Awal ketika kami memasuki gerbang kehidupan pendidikan kami,
putih abu-abu adalah suatu kebanggan yang luar biasa bagi kami.
Dan ketika awal kami memasuki
kehidupan putih abu-abu kami, kami masih dalam keadaan putih biru tua. Ketika
kami akan memasuki dunia putih abu-abu kami, kami perlu melakukan banyak hal
dan perlu perjuangan ekstra agar kami dapat melepas baju putih biru tua kami
dan menggantinya dengan putih abu-abu yang kami pakai saat ini dengan rasa
kebanggaan yang pasti dan bukan sebuah rasa penyesalan yang akan membuat masa
depan kami nantinya suram.
Begitu juga dengan kami saat ini,
senior putih abu-abu yang nantinya akan melepaskan putih abu-abu kami. Sudah
hampir dua setengah tahun kami menggenakannya dengan rasa penuh bangga, dan setengah
tahun lagi kami akan melepaskannya.
Bukan suatu hal yang mudah untuk
mengulang putih biru tua kami. Melepaskan si putih abu-abu kami dengan rasa
kebanggaan bukanlah suatu hal yang mudah, tidak semudah menarik nafas dan
menghembuskannya kembali.
Perlu kerja keras ekstra dan lebih
keras dari pada saat kami akan melepaskan putih biru tua kami dulu. Ini adalah
tentang waktu dan bekal. Ketika waktu yang ada sangatlah terbatas dan bekal
yang ada juga serupa, kami pasti akan terseok dan tersungkur saat berjuang
melepaskan si putih abu-abu kami.
Sebenarnya, masih ada rasa
keengganan untuk kami meninggalkan si putih abu-abu kami. Perjuangan kami,
kerja keras kami dan segala usaha kami, ah putih abu-abu…
Ketika kami nantinya telah
melepaskan si putih abu-abu kami, mungkin saja kami akan memasuki dunia yang
abu-abu. Akan ada diantara kami yang terpisah, melanjutkan masa depan
masing-masing dengan menengok kebelakang kembali atau mungkin juga tidak.
Akan ada diantara kami yang
nantinya akan memasuki dunia diatas si putih abu-abu, dan ada juga yang akan
memasuki dunia kejam yang nyata. Yang tanpa kesiapan yang matang, kami akan
terseok dan tertatih ketika menghadapi kehidupan nyata.
Menjadi seoarang putih abu-abu
selamanya bukanlah suatu hal yang patut dibanggakan, seiring berjalannya waktu
dan usia rasa ingin untuk memulai suatu hal yang baru pastilah semakin besar.
Maka ketika kami meninggalkan putih abu-abu kami nanti, kami rasa kami sudah
siap dengan segala konsekuensi yang akan kami hadapi kelak.
Magelang, 5 Desember ‘12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar